Politik – Jejak langkah pengawasan Bawaslu di Pemilu 2019 dan Pilkada 2020 terekam jelas dalam buku “Memoar Candrawansah: Sang Pengawal Demokrasi Kota Bandar Lampung”.
Ketua Bawaslu Kota Bandar Lampung 2018-2023, Candrawansah, dengan lugas menuturkan perjalanan hidup dan pandangannya terhadap proses demokrasi, serta tokoh-tokoh yang berhubungan dengan dirinya.
“Buku ini mencatat sejarah panjang perjuangan hidup dan karir saya hingga bisa seperti sekarang,” kata Candra di Bandar Lampung, Jumat, 3 Maret 2023.
Baca Juga: Herman HN dan Fauzan Sibron Mangkir dari Panggilan Bawaslu
Melalui buku ini, Candrawansah merawat ingatannya tentang dinamika pengawasan pemilu di Kota Bandar Lampung sebagai motivasi kepada rekan pengawas pemilu, sahabat, dan keluarga.
Serta membumikan pengawasan pemilu agar masyarakat terlibat aktif dalam pengawasan partisipatif bersama Bawaslu.
“Proses-proses yang telah kami lalui juga sebagai antisipasi misalkan terdapat sengketa dalam penanganan pelanggaran. Jangan sampai ada yang mengalami peristiwa, lebih dari yang kami alami di Bawaslu Kota Bandar Lampung,” ujar Candra.
Memoar Candrawansah menjadi warisan kebijakan bagi pengawas pemilu dalam menegakkan keadilan pemilu.
Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja, dalam kata pengantar khususnya, menyebutkan buku “Memoar Candrawansah: Sang Pengawal Demokrasi Kota Bandar Lampung” menjadi bagian dari sejarah pengawasan pemilu di Kota Tapis Berseri.
“Akan amat disayangkan, jika geliat demokrasi yang amat menentukan perkembangan sebuah daerah tidak direkam jejaknya dalam sebuah buku,” ujar Bagja.
Terbitnya buku ini juga diapresiasi Ketua Bawaslu Provinsi Lampung, Iskardo P Panggar.
Seni menegakkan keadilan pemilu di daerah dengan tingkat kerawanan pemilu tertinggi di Bumi Ruwa Jurai patut menjadi role model bagi Bawaslu Kabupaten/Kota lainnya.
“Ini juga penting sebagai bahan kajian bersama, tak hanya bagi teman-teman komisioner di Bawaslu Kota Bandar Lampung, tapi juga Bawaslu Kabupaten/Kota lainnya, dalam hal strategi antisipasi dan model pengawasannya yang bisa diadopsi,” kata Iskardo.
Candrawansah Sang Pengawal Demokrasi Kota Bandar Lampung bak Pierluigi Collina, tegas dan angker.
Daerah pemilihan (dapil) Kota Bandar Lampung kerap disebut dapil neraka atau dapil perang bintang tokoh-tokoh politik ternama.
Namun, tangan dingin Candrawansah mampu meredam gejolak politik yang ada.
“Ia adalah sosok yang tegas terhadap aturan,” kata Ketua DPD Partai Gerindra Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, dalam buku rekam jejak Candrawansah.
Anggota DPRD Provinsi Lampung ini melihat Candrawansah bak sosok Pierluigi Collina, wasit sepak bola terbaik di dunia.
“Rasa-rasanya pas kalau dia disebut Collinanya Bawaslu, terlalu angker buat penyelenggara dan peserta pemilu,” ujar Mirzani.
Dia tidak meragukan profesionalitas Candrawansah dalam menjalankan tugasnya meski tidak terlalu akrab secara personal.
“Ia juga bisa begitu dekat dengan pengurus partai, tapi bisa menjadi begitu tegas ketika ada peserta pemilu yang nakal, dan itu luar biasa profesionalitasnya,” kata Mirzani.
Sementara, Ketua DPC PDIP Kota Bandar Lampung, Wiyadi, kerap mewanti-wanti teman-teman separtainya untuk tidak berurusan dengan Candrawansah sebagai pengawas pemilu.
“Sebab saya kenal betul siapa Candra. Dia terlalu serius dan tegas kalau sedang menjalankan tugas,” ujar Ketua DPRD Kota Bandar Lampung ini.





Lappung Media Network