Politik – PKB Institute wujudkan Indonesia Emas 2045 melalui program Pendidikan Pemimpin Muda Profesional (Pimpro).
Ketua Umum PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) Muhaimin Iskandar, mengatakan bonus demografi merupakan anugerah besar bagi PKB dan juga Indonesia.
“Saya berharap PKB institute ini menjadi lembaga yang memberikan jalan tol kepada kaum muda yang ingin maju dan berkiprah cepat,” kata Cak Imin sapaan akrabnya.
Hal itu disampaikan saat membuka Pendidikan Pimpro Batch II di Kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh 9 Jakarta Pusat, Rabu, 1 Maret 2023.
Kegiatan ini diikuti 78 anak muda dengan rentang usia 25-35 tahun.
“Kalau PKB Institute itu disebut makelar kemajuan enggak ada masalah, yang penting memajukan anak muda yang ingin berkiprah melalui pembelajaran dan praktik di seluruh lini kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegas Cak Imin.
PKB Institute wujudkan Indonesia Emas 2045 dengan memanfaatkan bonus demografi Indonesia.
“Karena itu, melalui PKB Institute, potensi besar itu dapat dimaksimalkan agar cita-cita besar Indonesia Emas pada 2045 mendatang betul-betul terwujud,” kata dia.
Cak Imin pesimis cita-cita besar Indonesia Emas 2045 dapat terwujud jika pembelajaran kaum muda tidak digalakkan dan difasilitasi sejak dini.
“Saya sendiri usia 32 tahun sudah menjadi Wakil Ketua DPR RI, karena apa? Karena sebelumnya di usia 30 saya sudah dipaksa oleh Gus Dur untuk menjadi Sekjen PKB yang pertama,” tutur dia.
“Saya merasakan betul ketika usia 30, 32, 40 sampai sekarang itu, usia muda begitu berbeda rasanya, energinya, cara tangkapnya, efektifitasnya berbeda,” pungkas Cak Imin.
Direktur PKB Institute, Chusnuniah Chalim (Nunik), menjelaskan hari ini Indonesia berada di bonus demografi.
Dimana usia produktif lebih besar, melebihi 50 persen, atau lebih tepatnya 58 persen dari total penduduk Indonesia.
“Bukan tidak mungkin nanti pemilih di usia produktif itu akan menentukan siapa pemenang pemilu,” kata Nunik.
Wakil Gubernur Lampung ini menekankan pentingnya program Pendidikan Pimpro sebagai kaderisasi bagi masa depan organisasi.
“Apalagi partai politik untuk pemilu ke depan ini, generasi penerusnya semakin berubah. Selain milenial, ada gen X, ada gen Y, ada Gen Z yang juga rupa-rupa seleranya, berada di frekuensi masing-masing,” ujar dia.
Partai politik, lanjut Nunik, harus hadir di semua frekuensi tersebut, menyambungkan gen X, gen Y dan gen Z, untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Baca Juga: Jalan Sehat Gerindra Lampung Tolak Ukur Elektabilitas Prabowo
