Partai politik yang memiliki kursi di DPRD Kota Bandar Lampung seperti PKB, PDIP, Gerindra, Golkar, NasDem, PKS, PAN, Demokrat, dan Perindo, kecuali PPP, lebih cenderung pada Peta Rancangan 1 yang merupakan dapil eksisting atau dapil Pemilu 2019.
Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memilih Peta Rancangan 2.
“Opsi 2, dengan adanya perubahan, kami ingin melihat dinamika di masyarakat seperti apa,” kata perwakilan dari PPP.
Perwakilan Partai NasDem, Iin, mengaku Peta Rancangan 2 dan 3 menjadi tantangan bagi incumbent.
“Kami di Fraksi sudah punya kegiatan rutin, jadi Opsi 1 ideal,” ujar dia.
Sementara, partai politik nonparlemen; Partai Buruh, PBB, PSI, Hanura, dan partai politik baru; Partai Gelora, PKN, dan Garuda, terlihat lebih siap untuk berkontestasi pada Pemilu 2024.
Mereka memilih Peta Rancangan 2 dengan lima dapil karena menginginkan adanya perubahan.
“Sesuai dengan motto kami, Perubahan. Kami sepakat Opsi 2,” ujar Sebastian perwakilan dari PBB.
Meskipun demikian, mereka menyerahkan sepenuhnya penetapan dapil Pemilu 2024 kepada KPU Kota Bandar Lampung.
“Saya mengikuti suara terbanyak dan yang terbaik dari KPU,” kata Maimuri dari PKN.
Ketua KPU Kota Bandar Lampung, Dedy Triyadi, menjelaskan terkait Peta Rancangan 1 yang lebih diminati oleh partai politik pemilik kursi DPRD Kota.
“Tentang dapil, perspektif dari teman-teman petahana, mereka sudah melakukan reses dan program partai lainnya,” ujar dia.
Bawaslu berharap seluruh partai politik mendapatkan perlakuan yang sama dan adil ketika penataan dapil mengutamakan prinsip berkesinambungan.





Lappung Media Network