Politik – Ketua Jurusan Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Lampung, Drs R Sigit Krisbintoro MIP, mewanti-wanti partai politik peserta Pemilu 2024.
Elit partai politik (parpol) yang tidak mengubah paradigmanya terhadap masyarakat pemilih sebagai konstituen berpotensi kehilangan suara pada Pileg dan Pilpres 2024.
“Parpol harus mengubah paradigma dari menguasai masyarakat, menjadi memberdayakan masyarakat, karena pemilih kita semakin cerdas,” ujar Pak Kris sapaan akrab Sigit Krisbintoro, Rabu, 15 Februari 2023.
Baca Juga: Ganjarist Lampung: kami tidak pernah menggebuk partai
Dia mengatakan masyarakat kian cerdas dengan meningkatnya literasi politik di era digital.
Kemudahan mengakses informasi, khususnya di media sosial, membuat rakyat semakin melek politik.
Hari ini, banyak masyarakat menggunakan media sosial sebagai sarana komunikasi politik antara anggota masyarakat, politisi, dan partai politik.
“Sekarang, parpol tidak bisa lagi menganggap pemilih sebagai objek pemilu yang harus dikuasai,” kata Pak Kris.
Dengan media sosial, masyarakat kini lebih mudah menargetkan pejabat publik dan politisi untuk menyampaikan aspirasi, gagasan, dan kritik mereka atas isu dan agenda politik.
“Dulu, partai politik masih menggunakan kekuatan partai untuk mendominasi. Mereka masa bodoh dengan pemilih usai pemilu,” ujar dia.
Namun, dengan perkembangan media saat ini, masyarakat tak lagi mudah diberikan janji-janji politik.
“Jadi, sekali lagi, paradigma partai politik itu bukan untuk menguasai, tapi untuk memberdayakan diri sendiri maupun pemilih, rakyat,” kata dia.
Pernyataan Sigit sejalan dengan hasil riset lembaga survei Indikator Politik Indonesia.
Pak Kris menilai beberapa partai politik peserta Pemilu 2024 sudah mulai mengarah ke pemberdayaan pemilih sebagai subjek penentu dalam pemilu mendatang.
“Pelibatan pemilih ada. Kalau partai menggunakan energinya untuk mendominasi maka ada kemungkinan tidak mendapatkan suara. Ditinggalkan masyarakat pemilih,” ujar dia.
“Sudah mulai itu, ada kecenderungan begitu. Harus hati-hati,” pungkas Pak Kris.
Sebelumnya, pada awal Januari 2023, lembaga survei Indikator Politik Indonesia merilis hasil riset yang mereka lakukan pada 1-6 Desember 2022.
Survei tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga ini melibatkan 1.220 responden dengan tingkat kepercayaan kurang lebih 2,92 persen.
Hasil survei Indikator menemukan partai politik menempati urutan terakhir sebagai lembaga yang tidak dipercaya oleh publik.
